Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2014. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juli 2014

Kampanye Hitam Sebabkan Jokowi Hanya Menang Tipis

Kampanye hitam sebetulnya  sudah terjadi sejak beberapa bulan sebelum pemilihan legislatif  9 April 2014. Kampanye yang berbasis fitnah tanpa fakta ini terus menggelinding sampai menjelang pilpres 9 Juli 2014. Dan dampaknya luar biasa. Akibat kampanye hitam PDIP yang sebelumnya diramalkan bisa meraih suara dalam pileg di atas 25% hanya bisa menang dengan angka sektiar 19% saja.

Jumat, 18 Juli 2014

Quick Count Kredibel Vs Non Kredibel

Demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan sangat baik. Pelbagai perubahan ke arah "demokrasi matang" sudah banyak dilakukan. Namun ada upaya merusak tatanan demokrasi di Indonesia.

Derasnya Kampanye Negatif Menunjukkan Buruknya Kualitas Politikus

Derasnya serangan kampanye negatif dan kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden belakangan ini menunjukkan buruknya mutu politikus kita. Fitnah dan kebencian dihidangkan setiap hari. Tak cuma di panggung terbuka, tapi juga menyusup hingga ke ruang-ruang private. Tak hanya dikemas dalam kata-kata penuh siasat, dusta pun disampaikan secara vulgar dan kasar. Inilah risiko melalui sebuah proses demokrasi dalam suatu negara.

Kamis, 17 Juli 2014

Kampanye Pilpres 2014 Terburuk Sepanjang Sejarah

Kampanye yang diluncurkan oleh kedua belah pihak dalam Pilpres 2014 dinilai sebagai  yang paling buruk dalam sejarah pemilu di Indonesia. Kepala Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI Ikrar Nusa Bhakti menilai kampanye pilpres 2014 adalah puncak terburuk pelaksanaan kampanye sejak pemilu pertama tahun 1955.

“Kampanye pemilu tahun ini adalah yang terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Segala cara dihalalkan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Pilpres dalam Liputan Media Internasional

Media internasional menaruh perhatian besar terhadap pemilihan presiden di Indonesia yang berlangsung pada Rabu (9/7/2014). Berbagai media di Amerika, Eropa, Australia, Asia dan Afrika ramai-ramai memberikan ulasannya. Media itu umumnya menggambarkan bahwa persaingan antara kedua kandidat: Joko Widodo dan Prabowo Subiyanto pilpres berlangsung ketat dengan merujuk pada berbagai hasil survei di dalam negeri.

Recent Posts